Rabu, 31 Oktober 2012

HOBI

HOBI

    Mengenai hobi saya, diantaranya:
1. Mendengarkan Musik
Mendengarkan musik merupakan hobi yang aku urutkan paling pertama. Musik itu sangat mempengaruhi hidupku. Aku tidak bisa memainkan alat musik, tapi aku sangat suka mendengarkan musik. Menurutku musik itu segalanya. Kadang mendengarkan musik bisa menjadi obat jenuh yang sedang aku alami, bisa menjadi alternatif "curhatan hati" (entah galau, sedih, senang, kasmaran, marah, atau bahkan putus cinta). Ya, intinya mendengarkan musik bisa mewakilkan apa yang sedang dirasakan.

2. Tidur
Aku tidak pernah melewatkan kesempatan dimana ada waktu untuk tidur. Apalagi, jika waktu kuliah lagi padat-padatnya, tugas kuliah menumpuk dan dikejar deadline, otomatis waktu tidur jadi berkurang. Maka dari itu, setiap waktu libur kuliah, aku gunakan sebanyak-banyaknya untuk "membalas dendam" tidur.

3. Makan
Aku senang sekali makan. Nah, disini enaknya karena kita bisa hunting makanan apa saja yang mau dicoba. Itung-itung eksperimen dan sebagai rekomendasi ke temen-temen juga.

4. Baca Novel
Baca novel itu juga kegiatan hobi yang tidak bisa diabaikan. Dan, entah mengapa membaca novel itu lebih menarik daripada membaca buku pelajaran. Buatku, novel itu sangat menarik karena kita bisa terbawa oleh arus cerita yang sedang kita baca. Serunya itu, kita bisa baca tulisan fiksi orang yang endingnya bikin penasaran. Membaca novel bisa jadi inspirasi juga buat kita jadi novelis.

5. Baca Komik DETECTIVE CONAN
Komik yang suka aku baca itu anime dari Detective Conan. Bahkan, aku sampai koleksi semua volumenya karena ngefans banget sama Shinichi Kudo. Dari komik ini yang gak aku suka itu kasusnya yang terus menerus pembunuhan tiada henti, mungkin ini salah satu alasan kenapa anime ini gak tayang lagi di TV. Tapi aku suka sama kisah percintaannya Ran Mouri dan Shinichi Kudo.

6. Nonton DVD Korea
K-Drama itu lagi tren banget sekarang. Drama-drama yang ditunjukkan itu tidak membosankan, endingnya juga bikin penasaran. Beda banget sama sinetron Indonesia, jauh malah! Bukannya menghina yaa, tapi sinetron Indonesia itu menurutku kurang bermutu dan itu salah satu alasan kenapa aku lebih milih nonton K-Drama.

7. Travelling
Aku juga suka jalan-jalan, tapi tidak se-mayoritas hobiku lainnya. Jalan-jalan juga bisa jadi obat stress, tapi aku gak begitu dominan sama travelling, karena itu menyita banyak waktu. aku lebih suka menggunakan waktuku untuk baca/tidur daripada harus travelling. menurut orang menyenangkan sih (jalan-jalan memang menyenangkan) tapi buatku, jalan-jalan juga perlu biaya dan itu perlu diperhitungkan.

Mengapa Koperasi di Indonesia Belum Berkembang Pesat

Mengapa koperasi di Indonesia belum berkembang pesat?

     Menurut saya, ada beberapa faktor yang menyebabkan koperasi di Indonesia belum berkembang pesat. Salah satunya kurang perhatiannya pemerintah terhadap kegiatan koperasi yang mengarah kepada masyarakat kelas menengah ke bawah. Mungkin untuk kegiatan koperasi yang berada di kantor atau sekolah masih bisa dipandang, tetapi koperasi yang berada diluar dari jangkauan tersebut agak kurang diperhatikan.
     Dari kegiatan koperasi saja bisa dilihat rakyat Indonesia masih jauh dari makmur, itu menunjukkan bahwa pemerintah tidak berhasil memanfaatkan pertumbuhan ekonomi bagi kesejahteraan rakyatnya. Artinya, hasil pertumbuhan ekonomi yang telah meningkatkan kekayaan golongan ekonomi ”kuat”, lebih banyak digunakan untuk penumpukan modal. Sedangkan yang dipergunakan untuk program-program pemerataan masih kurang.
Perkembangan koperasi sebenarnya memerlukan kondisi sistem ekonomi yang memihak pada ”si miskin”, sehingga ada ruang gerak bagi pengembangan kegiatan koperasi. Tetapi strategi pembangunan kita lebih berorientasi pada pertumbuhan yang tinggi.
     Selain itu, perlu diperhatikan juga dari pengelolaan anggota koperasi agar koperasi dapat berjalan dengan baik. Koperasi perlu dijalankan secara profesional dan melibatkan unsur-unsur yang terdapat di dalam koperasi untuk mencapai tujuan bersama.

Bapak Koperasi Indonesia

Bapak Koperasi Indonesia

     Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi pada tanggal 12 Agustus 1902. Di kota kecil yang inilah Bung Hatta dibesarkan di lingkungan keluarga ibunya. Ayahnya, Haji Mohammad Djamil, meninggal ketika Hatta berusia delapan bulan. Dari ibunya, Hatta memiliki enam saudara perempuan. Ia adalah anak laki-laki satu-satunya.
     Sejak duduk di MULO di kota Padang, ia telah tertarik pada pergerakan. Sejak tahun 1916, timbul perkumpulan-perkumpulan pemuda seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Minahasa, dan Jong Ambon. Hatta masuk ke perkumpulan Jong Sumatranen Bond dan menjabat sebagai bendahara.
     Jabatannya yang sebagai bendahara Jong Sumatranen Bond, ia menyadari pentingnya arti keuangan bagi hidupnya perkumpulan. Tetapi sumber keuangan baik dari iuran anggota maupun dari sumbangan luar hanya mungkin lancar jika para anggotanya mempunyai rasa tanggung jawab dan disiplin. Kemudian rasa tanggung jawab dan disiplin menjadi ciri khas dari Mohammad Hatta.
     Pada tahun 1921, Hatta tiba di Negeri Belanda untuk belajar pada Handels Hoge School di Rotterdam. Ia mendaftar sebagai anggota Indische Vereniging. Tahun 1922, perkumpulan ini berganti nama menjadi Indonesische Vereniging. Perkumpulan yang menolak bekerja sama dengan Belanda itu kemudian berganti nama lagi menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).
     Pada bulan Juli 1932, Hatta berhasil menyelesaikan studinya di Negeri Belanda dan sebulan kemudian ia tiba di Jakarta. Antara akhir tahun 1932-1933, kesibukan utama Hatta adalah menulis berbagai artikel politik dan ekonomi untuk Daulat Ra’jat dan melakukan berbagai kegiatan politik, terutama pendidikan kader-kader politik pada Partai Pendidikan Nasional Indonesia.
     Reaksi Hatta yang keras terhadap sikap Soekarno sehubungan dengan penahannya oleh Pemerintah Kolonial Belanda, yang berakhir dengan pembuangan Soekarno ke Ende, Flores, terlihat pada tulisan-tulisannya di Daulat Ra’jat, yang berjudul "Soekarno Ditahan" (10 Agustus 1933), "Tragedi Soekarno" (30 Nopember 1933), dan "Sikap Pemimpin" (10 Desember 1933).
   Setelah pembuangan Soekarno ke Ende pada bulan Februari 1934, Pemerintah Kolonial Belanda kemudian mengalihkan perhatiannya pada Partai Pendidikan Nasional Indonesia. Para pimpinan Partai Pendidikan Nasional Indonesia yang seluruhnya berjumlah tujuh ditahan lalu dibuang ke Boven Digoel. Dari kantor Jakarta adalah Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Bondan, sedangkan dari kantor Bandung terdiri dari Maskun Sumadiredja, Burhanuddin, Soeka, dan Murwoto. Sebelum ke Digoel, mereka dipenjara selama hampir setahun di penjara Glodok dan Cipinang, Jakarta. Di penjara Glodok, Hatta menulis buku berjudul “Krisis Ekonomi dan Kapitalisme”.

Bapak Koperasi
     Selama menjadi Wakil Presiden, Bung Hatta tetap aktif memberikan ceramah-ceramah di berbagai lembaga pendidikan tinggi. Dia juga tetap menulis berbagai karangan dan buku-buku ilmiah di bidang ekonomi dan koperasi dan juga aktif membimbing gerakan koperasi untuk melaksanakan cita-cita dalam konsepsi ekonominya. Pada tanggal 12 Juli 1951, Bung Hatta mengucapkan pidato radio untuk menyambut Hari Koperasi di Indonesia. Karena besamya aktifitas Bung Hatta dalam gerakan koperasi, maka pada tanggal 17 Juli 1953 dia diangkat sebagai Bapak Koperasi Indonesia pada Kongres Koperasi Indonesia di Bandung. Pikiran-pikiran Bung Hatta mengenai koperasi dituangkan dalam bukunya yang berjudul Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun (1971).
     Pada tahun 1955, Bung Hatta mengumumkan bahwa apabila parlemen dan konsituante pilihan rakyat sudah terbentuk, ia akan mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden. Setelah Konstituante dibuka secara resmi oleh Presiden, Wakil Presiden Hatta mengemukakan kepada Ketua Parlemen bahwa pada tanggal l Desember 1956, ia akan meletakkan jabatannya sebagai Wakil Presiden RI. Presiden Soekarno berusaha mencegahnya, tetapi Bung Hatta tetap pada pendiriannya.
     Pada tangal 27 November 1956, ia memperoleh gelar kehormatan akademis yaitu Doctor Honoris Causa dalam ilmu hukum dari Universitas Gajah Mada di Yoyakarta. Pada kesempatan itu, Bung Hatta mengucapkan pidato pengukuhan yang berjudul “Lampau dan Datang”. Universitas Padjadjaran di Bandung mengukuhkan Bung Hatta sebagai guru besar dalam ilmu politik perekonomian. Universitas Hasanuddin di Ujung Pandang memberikan gelar Doctor Honoris Causa dalam bidang Ekonomi. Universitas Indonesia memberikan gelar Doctor Honoris Causa di bidang ilmu hukum. Pidato pengukuhan Bung Hatta berjudul “Menuju Negara Hukum”.
     Pada tahun 1960 Bung Hatta menulis "Demokrasi Kita" dalam majalah Pandji Masyarakat. Sebuah tulisan yang terkenal karena menonjolkan pandangan dan pikiran Bung Hatta mengenai perkembangan demokrasi di Indonesia waktu itu. Dalam masa pemerintahan Orde Baru, Bung Hatta lebih merupakan negarawan sesepuh bagi bangsanya daripada seorang politikus.
     Hatta menikah dengan Rahmi Rachim pada tanggal l8 November 1945 di desa Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Mereka mempunyai tiga orang putri, yaitu Meutia Farida, Gemala Rabi'ah, dan Halida Nuriah.
     Pada tanggal 15 Agustus 1972, Presiden Soeharto menyampaikan kepada Bung Hatta anugerah negara berupa Tanda Kehormatan tertinggi "Bintang Republik Indonesia Kelas I" pada suatu upacara kenegaraan di Istana Negara. Bung Hatta, Proklamator Kemerdekaan dan Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia, wafat pada tanggal 14 Maret 1980 di Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta, pada usia 77 tahun dan dikebumikan di TPU Tanah Kusir pada tanggal 15 Maret 1980.


Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Mohammad_Hatta
http://myblogrezafauzi.blogspot.com/2012/01/biografi-bapak-koperasi-indonesia.html

Minggu, 14 Oktober 2012

Lyric ~ SPY

SPY
SUPER JUNIOR

[Donghae] Nae-ga sarang-han S. P. Y. Keunyeoreul chocha day and night
Jabhil -deut jabhiji anha keurimjacheoreom butjiman
[Eunhyuk] Nae-ga sarang-han S. P. Y. Keunyeoreul chocha day and night
Sumi teok kkeut-kkaji cha wah keunyeoreul kyeonun geu sunkan


[All] I got you little runaway
I got you little runaway
I got you little runaway
I got you little runaway
 

[Kyuhyun] Il-saengildae seuril donneun seutori-ga chigeumbu-teo ha-ira-iteu mag
Tallil keoya chuk
[Ryeowook] Bonneungeuro kkeokkeun haendeul keuge dab il-keol butjab-go balba bwah maen
Kkeut-kkaji ka bwah, Hey!


([Yesung] Oh yeah eh)
[Siwon] Hamjeongeul pihae bwaht-jande ([Yesung] Ah little runaway! )
[Yesung] Nae pomange jabhin baby ([Ryeowook] Hoo)
Keu son-mashi charishae ([Ryeowook] Woohoo) ikeot cham sara-i-nne


[Leeteuk] Nae-ga sarang-han S. P. Y. Keunyeoreul chocha day and night
Jabhil -deut jabhiji anha keurimjacheoreom butjiman
[Sungmin] Nae-ga sarang-han S. P. Y. Keunyeoreul chocha day and night
Sumi teok kkeut-kkaji cha wah keunyeoreul kyeonun geu sunkan


[Eunhyuk] Koldeu pinggeoreul chajaseo yeong-hwah gateun che-ishing tallyeosseo
Seororeul bi-utko nollimyeo chochko chochneun beu-llokbeoseu-teo
[Shindong] Keu kkoriwahye gin georireul jobhyeosseumyeon ije meomchwoseo
Now one two one two, let's go, go! 


[All] Do-o ro-o ro-o do-o
([Eunhyuk] Go kick it in the butt! Go kick it in the! )
[All] Do-o ro-o ro-o do-o
[Donghae] (Go kick it in the! Go kick it in the! )



[Kangin] Chinjeorhashin nebike-isyeon mianhajiman kkeobeorigo jimseung gateun nae
Bonneungmaneuro kyesok
[Donghae] Ka ka ka ja I gili majdamyeon nan O.K. Keuge namjaya maen animyeon not O.K. Hey! 


([Sungmin] Oh yeah eh)
[Yesung] Hamjeongeul pihae bwaht-jande ([Sungmin] Ah little runaway! ) nae pomange jabhin baby ([Ryeowook] Hoo)
[Ryeowook] Keu son-mashi charishae ([Ryeowook] Woohoo) ikeot cham sara-i-nne


[All/Siwon] Na, na, na, nareul sarang-han ([Donghae] Spy girl) meo, meo, meo meolli darana
[Donghae] Chimchakhan sonkkeu-teul tteona pyojeo-ge kkojhil ttae neukkyeojyeo
[Kyuhyun] Shimjangi michin -deut ttwiigo meorineun cha-gawojyeo a-hey


[All] I got you little runaway ([Yesung] Ooooh yeeeeaaah)
I got you little runaway ([Yesung] Little runaway~)


[Leeteuk] Chimchakhan sonkkeu-teul tteona pyojeo-ge ([Yesung] Oh yeeeeaaah) kkojhil ttae neukkyeojyeo
[Sungmin] Shimjangi michin -deut ttwiigo ([Yesung] Heeeeey! ) meorineun cha-gawojyeo a-hey


Lyric ~ Cinta Tak Mungkin Berhenti

CINTA TAK MUNGKIN BERHENTI
TANGGA

Tak ada kisah tentang cinta
Yang bisa terhindar dari air mata
Namun ku coba menerima, hatiku membuka
Siap untuk terluka


Cinta tak mungkin berhenti secepat saat aku jatuh hati
Jatuhkan hatiku kepadamu sehingga hidupku pun berarti
Cinta tak mudah berganti, tak mudah berganti jadi benci
Walau kini aku harus pergi tuk sembuhkan hati


Walau seharusnya bisa saja dulu aku menghindar
Dari pahitnya cinta
Namun ku pilih begini, biar ku terima
Sakit demi jalani cinta (cinta)


Cinta tak mungkin berhenti secepat saat aku jatuh hati
Jatuhkan hatiku kepadamu sehingga (sehingga) hidupku (hidupku) pun berarti
Cinta tak mudah berganti, tak mudah berganti jadi benci
Walau kini aku harus pergi tuk sembuhkan hati


Hanya kamu yang bisa (…)
Bisa membuatku rela (rela menjalani segalanya)
Rela menangis karenamu (ku rela ku rela …)


Cinta tak mungkin berhenti secepat saat aku jatuh hati
Jatuhkan hatiku kepadamu sehingga hidupku pun berarti
Cinta tak mudah berganti (cinta tak mungkin berhenti)
Tak mudah berganti jadi benci (tak mudah untuk berganti)
Walau kini aku harus pergi tuk sembuhkan hati
Biar ku pergi sembuhkan hati





Kamis, 11 Oktober 2012

Reportase Koperasi

*Reportase Koperasi

Hasil reportase yang dapat saya sajikan ini adalah:



PRIMER KOPERASI MITRA MAJU JAYA
Jl. Jend. Sudirman No. 55
Kel. Senayan, Kec. Kebayoran Baru
Jakarta Selatan


1. Sejarah berdirinya Primer Koperasi Mitra Maju Jaya
Primkoppol Metro Jaya didirikan pada tanggal 28 Agustus 1961 dengan badan hukum No. 1121 A/1967. Pada saat itu yang dipercayakan untuk memimpin rapat pendirian adalah:
  1. Bpk. A. Rifaihadin
  2. Bpk. Sidik
  3. Bpk. Abdul Haris
Pada waktu pertamakali berdirinya Primkop Polda Metro Jaya bernama: “Koperasi Simpan Pinjam Komdak VII Jaya.”
Sesuai dengan perkembangan dan struktur organisasi, maka Koperasi Simpan Pinjam Komdak VII Jaya diubah menjadi "Primkoppak (Primer Koperasi Angkatan Kepolisian)." Perubahan ini dilakukan pada tahun 1965 dengan disusun organisasi koperasi sbb:
  • Inkopak (Induk Koperasi Angkatan Kepolisian) Tingkat Propinsi/Polda.
  • Gakopak (Gabungan Koperasi Angkatan Kepolisian) Tingkat Propinsi/Polda.
  • Puskopak (Pusat Koperasi Angkatan Kepolisian) Tingkat Keresidenan/Polwil.
  • Primkoppak (Primer Koperasi Angkatan Kepolisian) Tingkat Kabupaten/Polres.
Pada tahun 1975, Angkatan Kepolisian berganti nama menjadi Kepolisian Negara. Oleh karena itu, organisasi koperasi mengalami perubahan menjadi Koppol dengan susunan sbb:
  • Inkoppol Tingkat Nasional/Mabes.
  • Puskoppol Tingkat Propinsi/Polda.
  • Primkoppol Tingkat Kabupaten/Polres.
Dengan adanya perubahan-perubahan tersebut, maka Koperasi Simpan Pinjam Komdak VII Jaya akhirnya berganti nama menjadi "Primer Koperasi Kepolisian Daerah Metro Jaya" atau disingkat "Primkop Polda Metro Jaya" sampai tahun 2009. Kemudian pada tanggal 2 Juli 2009, Primer Koperasi Kepolisian Daerah Mero Jaya berganti nama menjadi "Primer Koperasi Motra Maju Jaya."

Lokasi koperasi ini pun berada di Jalan Jendral Sudirman No.55, Jakarta Selatan atau tepatnya berada dikantor kepolisian Polda Metro Jaya. Alasan mengapa disediakan koperasi ini yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan para anggota personil Polri/Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta sebagai alat/sarana untuk pengembangan kegiatan di lingkungan Polri.


2. Jenis Usaha Koperasi
Jenis usaha yang berjalan antara lain:
  • Simpan Pinjam
  • ART (Alat Rumah Tangga) & Elektronik
  • Sandang dan Pecah Belah, dan
  • Pangan

3. Keterangan & Cara Pengembalian Pinjaman
  • Usaha simpan pinjam, yaitu pinjaman dari simpanan. Jasa pinjaman ialah 2% dari pokok pinjaman. Maksimum pinjaman yang dikeluarkan adalh Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah). Pengembalian pinjaman dapat diangsur selama 36 bulan atau 3 tahun dengan dipotong dari gaji utama.
  • Untuk unit ART & Elektronik; sandang & pecah belah; dan pangan, pembelian dapat dilakukan dengan cara kredit atau kontan. Apabila anggota membeli barang secara kredit, maka pembayarannya dapat dipotong dari gaji anggota tersebut.

4. Tugas Pokok
Tugas pokok Primkop Mitra Maju Jaya, antara lain:
  • Menjalankan usaha perkoperasian di dalam maupun diluar Polda Metro Jaya.
  • Melaksanakan kebijakan pimpinan di bidang perkoperasian dengan meningkatkan kesejahteraan bagi anggota.

5. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat saya ambil dari reportase tersebut yaitu:
  • Secara umum, Primkop Mitra Maju Jaya dapat memberikan pelayanan kepada anggota secara cepat dan pengadaan barang sesuai dengan kebutuhan pesanan.
  • Pemberian pinjaman uang kepada anggota dapat dipenuhi sesuai kemampuan yang dimiliki oleh koperasi.
  • Kegiatan usaha dapat berjalan dengan baik, dan biaya dapat diperkecil.

6. Saran
  • Untuk meningkatkan pelayanan maka perlu adanya ruangan usaha yang memadai.
  • Peran serta anggota sangat diharapkan guna memajukan usaha koperasi.