Senin, 22 Desember 2014

Cerpen Etika Profesi



Jam sudah menunjukkan pukul 10.30 WIB. Dosen mata kuliah Etika Profesi Akuntansi sedang mengabsen setiap mahasiswa yang hadir. Mata kuliah Rtika Profesi Akuntansi merupakan mata kuliah softskill yang pertemuannya dilakukan setiap empat minggu sekali. Berhubung dosen mata kuliah ini sama dengan dosen mata kuliah jam pertama, jadi beliau memutuskan untuk menggabungkan jam mata kuliah Etika Profesi Akuntansi bersamaan dengan jam pertama yaitu Akuntansi Pemerintahan. Suasana kelas tidak berisik.
“Tumben ini kelas sepi. Biasanya rame. Lagi pada sakit gigi ya?” tanyaku pada Cahya.
“Bukan sakit gigi, kali, Sep. Tapi pada nahan laper. Pada belon sarapan, termasuk gue,” gerutu Cahya.
Aku hanya bisa senyum-senyum saja. Cahya itu selalu menggebu-gebu kalau sudah ngomongin laper dan makanan.
Setelah dosen mengabsen seluruh mahasiswa yang berada di kelas 4EB11, beliau memulai untuk perkuliahan mata kuliah softskill ini.
“Baiklah, kita mulai matkul ini, ya. Ini pertemuan pertama kita. Untuk mata kuliah ini, saya nggak lama-lama, ya. Paling sekitar setengah jam saja. Ada yang keberatan?” tanya Kak Ana, dosen matkul Etika Profesi Akuntansi dan Akuntansi Pemerintahan.
“Enggaaaaaaakkk…” jawab 4EB11 serempak.
“Oke, kalau begitu. Saya langsung kasih tugas saja ya. Semuanya sudah pada download SAP untuk matkul ini kan?”
“Udaaaaaaaahhhh…” jawab 4EB11 bareng-bareng.
Kak Ana lalu menuliskan tugas apa saja yang harus dikerjakan oleh 4EB11 sebagai tugas softskill bulan pertama. Tugas itu terdiri dari empat macam tugas dan satu tulisan. Tugas dan tulisan itu harus di upload  bulan depan pada jam 18.00 WIB.
“Nah, ini tugas sama tulisan yang harus kalian kerjakan, ya. Terakhir di upload sama kirim e-mail ke saya link blog kalian bulan depan tanggal segitu, jam 18.00 tepat, ya,” seru Kak Ana sembari menjelaskan tentang batas waktu pengumpulan tugasnya.
“Oke, Kak,” sahut Gracia.
“Sebelum kelas ini berakhir, saya mau tanya dulu apa itu etika profesi. Kira-kira, Yani, apa yang kamu ketahui tentang etika profesi?”
“Etika profesi itu prinsip yang telah disepakati seseorang dalam menjalankan profesinya dikalangan masyarakat,” jawab Yani.
“Oke. Jadi kata etika berasal dari bahasa Yunani Kuno, yaitu Ethos yang artinya adat istiadat atau kebiasaan yang baik. Selebihnya bisa kalian cari materinya dari buku atau internet, ya,” jelas Kak Ana.
“Oke, Kak,” kata Nety.
Lalu, Kak Ana menyudahi perkuliahan softskill ini. Usai berpamitan kepada mahasiswa 4EB11, Kak Ana kemudian keluar kelas dan diikuti oleh anak-anak 4EB11.


*************

Minggu, 21 Desember 2014

Contoh Kasus Fraud Auditing Perusahaan Multilateral

Nama  : Septia Dwiyanti
NPM    :26211680
Kelas   : 4EB11

Contoh Kasus Fraud Auditing Perusahaan Multilateral
dan Analisis

Phar Mor Inc, merupakan perusahaan retail terbesar di Amerika Serikat. Perusahaan ini dinyatakan bangkrut berdasarkan undang-undang U.S. Bangkruptcy Code pada bulan Agustus 1992. Eksekutif di Phar Mor secara sengaja melakukan fraud untuk mendapatkan keuntungan keuangan yang masuk ke saku pribadi individu di jajaran top manajemen perusahaan.

Pada masa kejayaannya, Phar Mor memiliki 300 outlet besar di hampir seluruh negara bagian dan mempekerjakan 23.000 orang karyawan. Dalam melakukan fraud, top manajemen Phar Mor membuat 2 laporan ganda, yaitu laporan inventory yang berisi laporan inventory yang benar (true report), dan laporan bulanan keuangan (monthly financial report) yang berisi tentang informasi tentang inventory yang di adjustment dan ditujukan untuk auditor use only.

Lalu, pada laporan bulanan keuangan, laporan keuangan yang berisi tentang kerugian yang diderita oleh perusahaan ditujukan pada jajaran eksekutif saja, sedangkan laporan lainnya merupakan laporan yang telah dimanipulasi seolah-olah perusahaan mendapat keuntungan yang berlimpah. Dalam mempersiapkan laporan-laporan tersebut, manajemen Phar Mor sengaja merekrut staf dari KAP (Kantor Akuntan Publik) Cooper & Lybrand yang kemudian hari dinyatakan turut ikut serta dalam fraud tersebut.


Analisis:
Sejarah telah mencatat kasus pada perusahaan Phar Mor sebagai kasus fraud di kalangan auditor keuangan. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana eksekutif di Phar Mor sendiri sengaja melakukan fraud untuk memperkaya jajaran top manajemen. Pengendalian lingkungan manajemen sangat diperlukan pada kasus ini. Sebagai perusahaan yang mempunyai etika bisnis yang baik, sebaiknya tidak melibatkan auditor dari KAP Cooper & Lybrand.


Sumber:
https://dimastidano.wordpress.com/dapatkah-internal-audit-menemukan-fraud/
https://dwisarjono.wordpress.com/2014/10/29/kasus-kecurangan-audit-perusahaan-phar-mor-inc/
 




Sabtu, 20 Desember 2014

Contoh Kasus Fraud Accounting Perusahaan Multilateral

Nama  : Septia Dwiyanti
NPM    : 26211680
Kelas  : 4EB11

Contoh Kasus Fraud Accounting Perusahaan Multilateral di Luar Negeri dan Analisis

Xerox Corporation merupakan perusahaan berskala besar yang bergerak pada bidang pemrosesan dokumen secara global dan pasar jasa keuangan. Xerox pernah menjadi raja fotokopi tetapi perusahaan ini melakukan kesalahan fatal dengan fraud revenue yang mencapai US$ 2 milyar. Xerox Corporation melakukan berbagai kesalahan pencatatan accounting dalam keuangan mereka, dan untuk pertama kalinya ketika masalah ini muncul ke permukaan, Xerox Corp telah didenda karena telah secara disengaja melakukan pencatatan keuangan bisnis perusahaan dan pembuatan laporan keuangan perusahaan secara tidak benar, tidak sesuai dengan standar Generally Accepted Accounting Principles (GAAP), dan kemudian setelah kejadian tersebut, ditemukan juga selisih keuntungan “siluman” yang mencapai US$ 2 miliar selama beroperasi tahun 1997 hingga 2001 oleh Securities And Exchange Commision. Fraud Xerox Corp sebuah skandal yang multidimensional, karena fraud accounting besar – besaran dan tidak dapat langsung terungkap seluruhnya, melainkan secara bertahap satu demi satu.

Setelah pelanggaran pertama terhadap GAAP, terungkap pelanggaran lain terhadap GAAP yang menaikkan pengakuan pendapatan perusahaan secara berlipat melebihi US$ 3 miliar daripada nilai yang sebenarnya, dan pada akhirnya menaikkan pendapatan sebelum kena pajak senilai lebih dari US$ 1,5 miliar. Hal ini dikarenakan perusahaan Xerox Corp bertujuan memenuhi standar pasar saham Wall Street sehingga menyamarkan kinerja operasi perusahaan yang sebenarnya dari para investor. Xerox Corp berjanji untuk melakukan penyusunan ulang laporan keuangan perusahaan, merestrukturisasi bagian kontrol keuangan perusahaan, serta mengurus permasalahan dan administrasi hukum yang berhubungan dengan hal ini, dan juga membayar denda penalti sebesar US$ 10 juta. Walaupun begitu, Xerox Corp tidak pernah mengakui ataupun menyangkal bahwa mereka telah melakukan kesalahan dan fraud dalam menyusun laporan keuangan perusahaan dan informasi keuangan perusahaan untuk para investor ataupun pihak lainnya.

Tak lama berselang, Xerox Corp akhirnya mengakui telah mencatat profit dan penjualan melebihi nilai sebenarnya. Lalu, laporan dari Wall Street atas kebocoran pencatatan keuangan Xerox Corp menyebutkan bahwa saham perusahaan di pasaran tidak anjlok secara drastis. Pada hari yang sama, setelah sempat terguncang mencapai 25% harga saham, saham Xerox Corp ditutup pada $ 6,97 dari pembukaan sebesar $ 8.00, atau turun $ 1,03. Xerox Corp kemudian membentuk tim manajemen baru untuk menyelesaikan permasalahan yang ada, termasuk penyusunan ulang keuangan perusahaan serta laporannya.

Analisis:
Berita mengenai fraud accounting Xerox Corp telah menjadi salah satu skandal audit terbesar di dunia. Xerox Corp yang beberapa tahun belakangan ini mulai bersusah payah karena tidak adanya permintaan pasar dan juga kerasnya persaingan di Benua Asia. Untuk itu, diperlukan penerapan strategi kualitas Xerox melalui LTQ (Leadership Through Quality).

LTQ (Leadership Through Quality) adalah proses bisnis yang terpadu. Komponen dalam LTQ, antara lain: 
  1. Keterlibatan karyawan
  2. Tolak ukur kompetitif
  3. Proses peningkatan kualitas
Oleh karena itu, budaya LTQ Xerox yang baru membutuhkan keterlibatan dan sikap proaktif dari grup keuangan. Dengan hal ini, manajer-manajer lini dapat membuat keputusan yang lebih jelas.


Sumber:
https://akuntansibisnis.wordpress.com/2010/06/16/xerox-scandal/
http://damirichretail.blogspot.com/2014/03/contoh-kasus-sistem-pengendalian.html 
 

Perkembangan Etika Bisnis dan Profesi di Indonesia

Nama  : Septia Dwiyanti
NPM    : 26211680
Kelas   : 4EB11

Perkembangan Etika Bisnis dan Profesi di Indonesia

Kemajuan ekonomi yang pesat di suatu negara memacu para pelaku bisnis untuk mengembangkan bisnisnya lebih luas lagi. Tujuannya tak lain untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya. Namu terkadang para pelaku bisnis lupa akan etika bisnis yang berlaku hanya demi mencari keuntungan yang banyak untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Di Indonesia sendiri, masalah etika bisnis dan profesi merupakan isu yang menarik untuk melakukan kepentingan riset. Terdapat beberapa perguruan tinggi di Indonesia yang mengajarkan mata kuliah etika bisnis dan profesi.

Perkembangan etika bisnis dan profesi di Indonesia (profesi akuntan) di mulai pada masa kolonial Belanda. Berkembangnya profesi akuntan di Indonesia bersamaan dengan pasar modal dan dunia usaha di Indonesia. Untuk itu, profesi akuntan memerlukan kepercayaan dari masyarakat untuk menjalankan pekerjaannya sebagaimana mestinya.


Analisis:
Seiring perkembangan zaman, kemajuan ekonomi suatu negara menjadi perhatian seluruh masyarakat. Tak terkecuali di Indonesia. Dengan kemajuan ini banyak pelaku bisnis yang memanfaatkan untuk memperluas jaringan bisnisnya. Semakin pesat kemajuannya sebaiknya diikuti pula dengan kemajuan etika bisnis dan profesinya. Agar seimbang dan tidak terjadi kesalahan.


Sumber:
http://rishylyasinaga.blogspot.com/2012/10/sejarah-perkembangan-etika-profesi.html
http://purnama110393.wordpress.com/2014/01/08/perkembangan-terakhir-dalam-etika-bisnis-dan-profesi/
http://rezamanhattan.wordpress.com/2012/11/13/pentingnya-etika-dalam-profesi-bidang-akuntansi/
dion.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/35636/Konsep+Etika+Bisnis.docx
http://viiycantik.wordpress.com/2011/11/26/perkembangan-profesi-akuntansi-di-indonesia/

Selasa, 16 Desember 2014

Contoh Kasus Benturan Kepentingan

Nama  : Septia Dwiyanti
NPM    : 26211680
Kelas   : 4EB11

Contoh Kasus Benturan Kepentingan dan Analisis Terhadap Kasus

Sampai saat ini penanganan terhadap kasus skandal Bank Century terus berlanjut, yaitu terkait dengan kasus dana talangan (bail out) sebesar Rp 6,7 triliun. Dana yang cukup besar yang diduga dimanfaatkan untuk kepentingan politik dengan cara menggelapkan dana nasabah. Alasan menyelamatkan Bank Century ini dilakukan untuk menghindari terjadinya krisis secara berantai pada perbankan yang dampaknya jauh lebih besar dari tahun 1998. Singkatnya, dalam kasus ini terjadi praktik perbankan yang tidak sehat.

Total dana talangan dengan jumlah Rp 6,7 triliun ini dilakukan dari bukan November 2008 sampai dengan Juli 2009. Jumlah yang fantastis sekali sehingga tidak mengherankan menjadi sorotan publik, dan DPR menuntut pertanggungjawaban pemerintah, LPS dan Bank Indonesia (BI)

Bank Indonesia (BI) selaku bank sentral diduga mengubah persyaratan CAR dengan maksud afar bank Century bisa mendapatkan Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP). Dalam kasus ini mencerminkan bahwa lemahnya BI dalam mengawasi pengoperasian perbankan nasional sehingga merugikan keuangan negara yang tak sedikit.

Analisis:

Pada kasus skandal Bank Century, pemberian dana talangan atau bailout yang membengkak hingga Rp 6,7 triliun ini menjadi sorotan dan perdebatan yang serius. Hal ini dapat berakibat serius terhadap nasabah yang mungkin akan mengurangi kepercayaannya terhadap perbankan di Indonesia.

Kasus Bank Century ini mencerminkan betapa lemahnya Bank Indonesia selaku bank sentral dalam mengawasan terhadap perbankan nasional. Kasus ini juga menimbulkan citra buruk pada dunia perbankan. Oleh karena itu, KSSK telah mengambil langkah-langkah untuk mengambil alih dan menyuntik sejumlah dana untuk menyehatkan meskipun pada akhirnya menimbulkan berbagai masalah.

Dilihat dari hukum, Bank Century terdeteksi melakukan pelanggaran tindak pidana oleh pemilik dan manajemen dengan cara penggelapan dana nasabah. Oleh pendapat para ahli kegiatan ini dapat digolongkan sebagai tindak pidana kejahatan korporasi, yang dapat dikenakan sanksi pidana sesuai peraturan perundangan yang berlaku sebagai pertanggungjawaban tindak pidana korporasi.



Sumber :
http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/07/140716_bankcentury_101
http://lismaaja.blogspot.com/2012/01/kasus-bank-century.html
http://jurnalsrigunting.com/tag/studi-kasus-bank-century/
http://nasional.kompas.com/read/2012/11/29/09491274/Bank.Century.dan.Utang.Politik.KPK
http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/2069/1/skandal.bailout.bank.century



Selasa, 11 November 2014

Lirik Lagu Sam Smith - I'm Not The Only One

Siapa yang nggak kenal sama lagunya Sam Smith yang judulnya I'm Not The Only One????!!! Ini lagu beneran lagi ngehits....
Udah gitu ya, buatku ini lagu maknanya daleeeeeeeeeemmmmmmmm bangeeeetttt (karena aku sendiri pernah ngerasain sih -__-")...kalo nggak percaya terjemahin aja setiap liriknya...
Yaudah daripada aku sedih lagi, mendingan nihh aku kasih liriknya biar kalian bisa ngerasain juga makna lagunya :) :) :)


Sam Smith - I'm Not The Only One
You and me, we made a vow
For better or for worse
I can't believe you let me down
But the proof's in the way it hurts

For months on end I've had my doubts
Denying every tear
I wish this would be over now
But I know that I still need you here

Chorus:
You say I'm crazy
'Cause you don't think I know what you've done
But when you call me baby
I know I'm not the only one

You've been so unavailable
Now sadly I know why
Your heart is unobtainable
Even though Lord knows you kept mine

Chorus:
You say I'm crazy
'Cause you don't think I know what you've done
But when you call me baby
I know I'm not the only one

I have loved you for many years
Maybe I am just not enough
You've made me realize my deepest fear
By lying and tearing us up

Chorus 2x:
You say I'm crazy
'Cause you don't think I know what you've done
But when you call me baby
I know I'm not the only one

I know I'm not the only one
I know I'm not the only one
And I know...
I know I'm not the only one 

Etika dalam Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen

Nama  : Septia Dwiyanti
NPM    : 26211680
Kelas   : 4EB11

Etika dalam Akuntansi Keuangan dan
Akuntansi Manajemen

1. Tanggung Jawab Akuntan Keuangan dan Akuntan Manajemen
Akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen merupakan sebuah bidang yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari. Akuntansi keuangan merupakan bagian akuntansi yang menyangkut dengan laporan keuangan yang disajikan untuk pihak ekternal, seperti pemegang saham, invenstor, kreditor, dll. Sedangkan untuk akuntansi manajemen lebih berfokus pada pengambilan keputusan yang hendak dicapai dimasa yang akan datang dan hasilnya untuk pihak internal, seperti pimpinan perusahaan, karyawan, dll.

2. Competence, Confidentiality, Integrity and Objectivity of Management Accountant
a. Competence (Kompetensi)
Tanggung jawabnya, yaitu:
Mempertahankan tingkat kompetensi profesional yang sesuai oleh pembangunan berkelanjutan pengetahuan dan keterampilan
Malakukan tugas profesional sesuai dengan hukum, peraturan, dan standar teknis yang berlaku
Menyiapkan laporn yang lengkap dan jelas, rekomendasi setelah analisis yang relevan dan dapat diandalkan

b. Confidentiality (Kerahasiaan)
Tanggung jawabnya, yaitu:
Menahan diri untuk tidak meengungkapkan informi rahasian kecuali bila diizinkan (untuk hukum wajib melakukannya)
Menahan diri untuk tidak menggunakan informasi yang diperoleh untuk mengambil keuntungan secara pribadi maupun pihak lain.

c. Integrity (Kejujuran)
Tanggung jawabnya, yaitu:
Menolak hadiah, bantuan yang akan mempengaruhi profesi
Menahan diri untuk tidak terlibat dari kegiatan apapun yang dapat merugikan profesinya
Menahan diri untuk tidak mendukung aktivitas tertentu yang dapat mendiskreditkan profesinya
dll

d. Objectivity (Objektivitas)
Tanggung jawabnya, yaitu:
Mengkomunikasikan informasi secara adil dan objektif
Mengungkapkan secara penuh informasi yang relevan

3. Whistle Blowing
Whistle Blowing merupakan suatu tindakan yang dilakukan seorang/kelompok untuk membocorkan informasi yang diperolahnya kepada pihak lain. Whistle blowing dibagi menjadi dua macam, yiatu
  • Whistle Blowing Internal, dan
  • Whistle Blowing Eksternal

4. Creative Accounting
Creative accounting adalah sebuah proses dimana seorang/kelompok yang menggunakan pikirannya, idenya, pemahaman pengetahuan tentang akuntansi untuk memanipulasi data laporan keuangan untuk mengambil keuntungan baik untuk pribadi/pihak lain.

5. Fraud Accounting
Fraud adalah suatu bentuk tindakan yang melawan hukum yang dilakukan oleh seorang/kelompok untuk mengambil keuntungan baik untuk pribadi atau pihak lain. Fraud accounting dibagi menjadi 2, yaitu:
  • Salah saji yang timbul karena kecurangan pelaporan keuangan, dan
  • Salah saji yang berupa penyalahgunaan aktiva

6. Fraud Auditing
Suatu bentuk upaya untuk mendeteksi adanya kecurangan terhadap transaksi-transaksi komersial. Untuk itu diperlukan keterampilan auditor yang terlatih dan kriminal investigator.

Kesimpulan:
Etika dalam akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen dapat dijumpai pada kehidupan sehari-hari. Untuk profesi akuntan diperlukan sikap kejujuran yang tinggi, menjaga rahasia, memiliki kompetensi yang mumpuni. Contoh kasus yang terjadi setidaknya pada penelitian COSO menelaah hampir 350 kasus kecurangan pelaporan keuangan yang terjadi di AS yang diselidiki oleh SEC.



Sumber:
http://www.academia.edu/7321264/Etika_Dalam_Akuntansi_Keuangan_Dan_Akuntansi_Menejemen
taufiqrachmanug25.blogspot.com/2012/12/etika-dalam-akuntansi-keuangan-dan.html
www.coursehero.com/file/10024178/Akuntansi-Keuangan-dan-Akuntansi-Menejemen/
http://madewahyudisubrata.blogspot.com/2014/01/etika-dalam-akuntansi-keuangan-dan.html
http://henisari.blogspot.com/2013/11/etika-dalam-akuntansi-keuangan-dan.html

Etika dalam Kantor Akuntan Publik (KAP)

Nama : Septia Dwiyanti
NPM   : 26211680
Kelas  : 4EB11

Etika dalam Kantor Akuntan Publik (KAP)

1. Etika Bisnis Akuntan Publik
Seorang akuntan dalam menjalankan profesinya membutuhkan pedoman yang disebut dengan kode etik profesi akuntan. Aturan untuk etika dalam kantor akuntan publik, antara lain:
  • Independensi, Integritas, dan Objektivitas
  • Standar umum dan Prinsip akuntansi
  • Tanggung jawab kepada Klien
  • Tanggung jawab kepada rekan seprofesi
  • Tanggung jawab dan praktik lain

2. Tanggung Jawab Sosial Kantor Akuntan Publik sebagai Entitas Bisnis
Tanggung jawab sosial kantor akuntan publik sebagai entitas bisnis dinilai sama dengan entitas-entitas bisnis lainnya. Tetapi mungkin lebih kompleksnya, yaitu dituntut untuk lebih peduli terhadap masyarakat/publik daripada mencari keuntungan/laba.

3. Krisis dalam Profesi Akuntansi
Krisis yang terjadi dalam profesi akuntansi yaitu apabila seorang auditor bekerja di jalan yang salah sehingga hasil audit dan opini yang telah dihasilkan menjadi tidak berguna. Akuntan publik sendiri merupakan suatu tempat dimana fungsinya yaitu untuk menilai apakah laporan yang telah dihasilkan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku sehingga dapat diambil keputusan yang tepat.
Profesi akuntan saat ini tengah disorot tajam karena maraknya kecurangan-kecurangan yang terjadi di laporan keuangan baik yang disengaja ataupun tidak disengaja. Oleh karena itu diperlukan kepercayaan masyarakat guna meningkatkan kembali reputasi akuntan publik.

4. Regulasi dalam Rangka Penegakan Etika Kantor Akuntan Publik
Setiap orang yang melakukan kesalahan, pasti akan mendapat hukuman, pun termasuk orang-orang yang melakukan pelanggaran terhadap kode etik profesi. Skandal yang sering terjadi dan menjadi berita biasanya menyangkut soal akuntan publik. Salah satu kebijakan umum pengurus IAI periode 1990 s/d 1994, yakni:
  • Penyempurnaan kode etik yang ada penerbitan interpretasi atas kode etik yang ada
  • Proses peradilan baik oleh badan pengawas profesi maupun dewan pertimbangan profesi dan tindak lanjutnya.
  • Harus ada satu bagian dalam IAI yang mengambil inisiatif untuk mengajukan pengaduan

5. Peer Review
Peer review biasanya digunakan menentukan kesesuaian makalah untuk dipublikasi (dalam bidang akademis). Peer review sendiri adalah proses regulasi atau proses evaluasi pada sebuah profesi yang relevan.

Kesimpulan:
Menurut saya, etika dalam kantor akuntan publik diperlukan. Apalagi tujuannya dituntut untuk lebih peduli terhadap masyarakat banyak. Jangan sampai krisis yang terjadi dalam profesi akuntansi dapat merusak nama baik akuntan publik yang menaunginya.Contohnya skandal ENRON yang merusak nama baik KAP-nya.
 
 




Sumber:
http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=6&cad=rja&uact=8&sqi=2&ved=0CD0QFjAF&url=http%3A%2F%2Fopenstorage.gunadarma.ac.id%2Fhandouts%2FS1_Akuntansi%2FEtika%2520dan%2520Profesi%2520Akuntansi%2FKode%2520Etik%2520akuntan.ppt&ei=jshhVKzSHcSHuASZt4HoCw&usg=AFQjCNHJU5VvqWadwvfiURVunYMhzzFdXA&sig2=Pa83EDDJyvo7X0aqJfsK-A&bvm=bv.79189006,d.c2E
http://xsaelicia.blogspot.com/2012/11/etika-dalam-kantor-akuntan-publik.html
http://www.slideshare.net/fuadrahardi/fuad-32880304
http://www.academia.edu/5638785/Makalah_KAP
http://muhammadsodikin.blogspot.com/2012/12/bab-7-etika-dalam-kantor-akuntan-publik.html
 

Senin, 10 November 2014

Etika dalam Auditing

Nama : Septia Dwiyanti
NPM   : 26211680
Kelas  : 4EB11

Etika dalam Auditing

Etika dalam auditing merupakan suatu proses untuk mengevaluasi bukti-bukti mengenai asersi-asersi kegiatan ekonomi kemudian menyampaikan hasilnya kepada pihak yang berkepentingan.
 
1. Kepercayaan Publik
Kepercayaan publik dinilai sangat penting bagi etika profesi akuntansi. Apabila kepercayaan masyarakat menurun, maka indepensi auditor dinilai juga berkurang. Untuk menjadi independen, auditor harus memiliki kejujuran yang tinggi, tidak memiliki kepentingan tertentu, dll.

2. Tanggung Jawab Auditor kepada Publik
Auditor bertanggung jawab kepada publik dengan menghasilkan laporan keuangan yang telah diaudit secara benar.

3. Tanggung Jawab Dasar Auditor
Auditor memiliki tanggung jawab dasar, yaitu:
  • Perencanaan, pengendalian, dan Pencatatan
  • Sistem akuntansi
  • Bukti audit
  • Pengendalian intern
  • Meninjau ulang laporan keuangan yang relevan

4. Indepensi Auditor
Indepensi seorang auditor ada 3 macam, yaitu:
  1. Independensi dalam fakta
  2. Independensi dalam penampilan
  3. Independensi dari sudut keahlian


Kesimpulan:
Seorang auditor memerlukan kepercayaan publik untuk menjalankan profesinya. Seorang auditor juga memiliki tanggung jawab dasar dan bertanggung jawab pada publik. Hal ini agar tidak terjadi pelanggaran yang terjadi pada kasus ENRON sebelumnya sehingga kepercayaan masyarakat akhirnya berkurang.
 
 


Sumber:
http://www.academia.edu/5094019/Makalah_Mata_Kuliah_Etika_Bisnis_Dan_Profesi_Etika_Dalam_Praktek_Auditing_dan_Konsultan_Manajemen_
http://albantantie.blogspot.com/2013/11/etika-dalam-auditing.html
Agoes, Sukrisno. Auditing (Pemeriksaan Akuntan) Oleh Kantor Akuntan Publik. Jilid 1. Edisi -2. Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 1999
http://www.slideshare.net/yulimelsari/standar-audit-dan-kode-etik-profesi-akuntan-publik
http://faqiniez.wordpress.com/2010/11/15/etika-dalam-auditing/

Kode Etik Profesi Akuntansi

Nama : Septia Dwiyanti
NPM   : 26211680
Kelas  : 4EB11

Kode Etik Profesi Akuntansi

1. Kode Perilaku Profesional
Kode etik profesi akuntansi merupakan suatu pedoman yang harus dipatuhi oleh setiap orang yang berprofesi sebagai akuntan. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan kinerja yang lebih profesionalisme yang berorientasi pada kepentingan publik. 

2. Prinsip-prinsip Etika
Prinsip etika IFAC, kerangkanya adalah:
  1. Objektivitas
  2. Kompetensi profesional dan kehati-hatian
  3. Kerahasiaan
  4. Perilaku profesional

Prinsip etika AICPA, kerangkanya adalah:
  1. Tanggung jawab
  2. Kepentingan publik
  3. Integritas
  4. Objektivitas dan independensi
  5. Kompetensi dan kehati-hatian profesional
  6. Ruang lingkup dan sifat jasa

Prinsip etika IAI, kerangkanya adalah:
  1. Tanggung jawab profesi
  2. Kepentingan publik
  3. Integritas
  4. Objektivitas
  5. Kompetensi dan kehati-hatian profesional
  6. Kerahasiaan
  7. Perilaku profesional
  8. Standar teknis

3. Aturan dan Interpretasi Etika
Aturan etika merupakan pedoman atau panduan untuk patuh pada etika yang telah ditetapkan tanpa membatasi ruang lingkupnya. Profesi akuntansi dalam akuntan publik telah banyak menghasilkan jasa bagi masyarakat. Contohnya seperti jasa atestasi, jasa assurance, dan jasa nonassurance.


Kesimpulan:
Kode etik profesi akuntansi sangat diperlukan untuk akuntan dalam menjalankan profesinya. Hal ini digunakan sebagai pedoman untuk meningkatkan profesionalismenya. Contoh kasusnya yang melanggar kode etik akuntansi di Indonesia, yaitu manipulasi laporan keuangan pada PT. KAI. Sedangkan untuk kasus pelanggaran kode etik profesi akuntansi yang terkenal di luar negeri adalah kasus ENRON.


Sumber:
http://www.academia.edu/5861505/5_Kasus_Pelanggaran_Etika_Profesi
imas.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/35596/Kode+Etik+Akuntan+Indonesia.pdf
http://www.slideshare.net/nitaanny/etika-profesi-akuntansi-international-ethics-standards-boards-for-accountans-translated
http://mengenalekonomi.blogspot.com/2014/03/kode-etik-profesi-akuntansi.html
http://keuanganlsm.com/pentingnya-kode-etik-bagi-profesi-akuntansi/ 
 
 

Senin, 20 Oktober 2014

WGM Song Jae Rim & Kim So Eun

Annyeong~~~~~~
Hallo..........

Kali ini mau nyoba bahas WGM-nya Song Jae Rim & Kim So Eun yaa.... :)






Hayoooo..... siapa yang gak kenal pasangan ini? Pada tahu dongg, masing-masing namanya :).. Yup! Mereka adalah Song Jae Rim dan Kim So Eun, pasangan baru di WGM untuk menggantikan pasangan sebelumnya yaitu Jang Wooyoung dan Park Se Young.

Song Jae Rim, mengawali kariernya sebagai model. Sang pengawal setia di drama korea The Moon That Embraces The Sun ternyata pribadi yang berbeda yaa pada saat sehari-hari dengan yang ada di drama (maklum, sebelumnya nggak tahu kepribadian aslinya gimana. Cuma liat di drama aja). Waktu ngeliat dia main drama tuh bikin penasaran. Dingin, mata yang tajam, tersembunyi, dan yaaahhhh.... bikin gregetan ajaa~~

Terus juga sama Kim So Eun, yang aku lebih kenal dia sebagai Ga Eul, temennya Geum Jan Di di Boys Before Flowers ini juga nggak kalah menyenangkan. Dia cantik, ramah dan murah senyum, bikin aku jadi suka sama aktris ini. 
 
Jujur, pasangan ini bener-bener bikin greget! Baru kali ini aku ngeliat pasangan yang kalo ngomong blak-blakan banget. Udah gitu, mereka cepat beradaptasi juga. Apalagi Song Jae Rim-nya tuh agresif banget. Keliatan kalau dia emang bener-bener suka sama Kim So Eun.



Ini adalah foto waktu mereka pertama kali bertemu.


Pertama kali bertemu aja di dalam kegelapan. Terus dia tahu kalau yang menjadi istri virtualnya memakai pakaian warna putih. Wah, benar-benar mata yang tajam. 




 Nah kalo yang ini foto waktu episode Jae Rim lagi dirawat dirumah sakit So Eun datang menjenguk (ya iyaaa dongg... kan istrinyaa!!). So Eun kemudian membantu Jae Rim mencukur jenggotnya (huehehehe), dan itu soo sweett!!

Pasangan ini terkenal dengan sebutan '19+ Couple'.. Ya gimana nggak dapet julukan itu, secara skinship-nya cepet banget. Nggak ada malu-malunya pisan, pokoknya blak-blakan banget dan apa adanya. Kalo penasaran silahkan nonton WGM-nya yaaakkk....!!

Segitu duluu yaaaa......
See You!!!
 




Sabtu, 18 Oktober 2014

Perilaku Etika dalam Profesi Akuntansi

Nama : Septia Dwiyanti
NPM   : 26211680
Kelas : 4EB11

Tugas 4
Perilaku Etika dalam Profesi Akuntansi

1. Akuntansi Sebagai Profesi dan Peran Akuntan
Akuntan merupakan salah satu profesi yang memiliki keahlian dibidang akuntansi. Karakteristik profesi itu sendiri, antara lain:
  • Memiliki pengetahuan khusus
  • Adanya pendidikan resmi untuk menuntut ilmu tertentu
  • Memiliki standar kualifikasi dalamkode etik profesi,dll
Prinsip etika profesi akuntan, antara lain:
  • Memiliki tanggung jawab atas tugas yang dilakukannya
  • Memiliki integritas yang tinggi
  • Menghormati kepercayaan dan memberikan pelayanan kepada publik, dll
Macam-macam profesi akuntan, antara lain:
  • Akuntan publik; dimana akuntan bekerja secara independen dengan memberikan jasa akuntansi bagi organisasi perusahaan non-bisnis.
  • Akuntan intern; dimana akuntan yang bekerja di perusahaan bertanggung jawab terhadap laporan keuangan di perusahaan tersebut.
  • Akuntan pemerintah; dimana orang yang bekerja di lembaga pemerintah memiliki tugas untuk memeriksa keuangan dan mengadakan perencanaan sistem akuntansi.
  • Akuntan pendidik; dimana orang yang bertugas untuk mengajarkan dan mengembangkan akuntansi.

2. Ekspektasi Publik
Ekspektasi publik terhadap akuntan yaitu kebanyakan masyarakat mempersepsikan bahwa profesi akuntan memiliki keahlian dibidang akuntansi. Hal ini berarti bahwa seorang akuntan memiliki nilai lebih atas keahliannya dibandingkan dengan orang awam pada umumnya.

3. Nilai-Nilai Etika vs Teknik Akuntansi/Auditing
Nilai-nilai etika perlu diterapkan agar setiap pekerjaan tidak merugikan. Beberapa kesalahan yang terjadi berasal dari salah penilaian dalam mengartikan masalah. Faktor lainnya, antara lain etika kejujuran, kerjasama, integritas, inovasi, dll. Sedangkan teknik akuntansi merupakan suatu peraturan khusus dari prinsip akuntansi mengenai transaksi pada kejadian tertentu dan dihadapi oleh entitas akuntansi.

4. Perilaku Etika dalam Pemberian Jasa Akuntan Publik
Setiap profesi yang berorientasi pada bidang jasa memerlukan kepercayaan dari masyarakat. Begitu pula dengan jasa akuntan publik. Kepercayaan masyarakat akan meningkat apabila jasa akuntan memiliki standar mutu tinggi dalam menjalani profesinya. Kode etik IAI, antara lain:
  • Prinsip etika
  • Aturan etika
  • Interpretasi aturan etika

Kesimpulan
Dari pembahasan perilaku etika dalam profesi akuntansi dapat disimpulkan bahwa akuntan merupakan salah satu profesi yang memiliki keahlian dibidang akuntansi. Macam-macam profesi akuntan, antara lain akuntan publik, akuntan intern, akuntan pemerintah, dan akuntan pendidik. Selain itu, ekspektasi publik terhadap akuntan yaitu kebanyakan masyarakat mempersepsikan bahwa profesi akuntan memiliki keahlian dibidang akuntansi. Untuk nilai-nilai etika perlu diterapkan agar setiap pekerjaan tidak merugikan. Beberapa kesalahan yang terjadi berasal dari salah penilaian dalam mengartikan masalah. Faktor lainnya, antara lain etika kejujuran, kerjasama, integritas, inovasi, dll. Oleh karena itu, setiap profesi yang berorientasi pada bidang jasa memerlukan kepercayaan dari masyarakat.

Sumber:
https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=10&cad=rja&uact=8&ved=0CFYQFjAJ&url=https%3A%2F%2Fdatakata.files.wordpress.com%2F2014%2F04%2F5-perilaku-etika-dalam-profesi-akuntansi.ppt&ei=C4hCVKHhOMLTmgXomIHgDg&usg=AFQjCNE_XCr8mO6ZlcdSVMpVXMl26aGitQ&sig2=TU0Ld7LTvIUMEaySEfRtqQ&bvm=bv.77880786,bs.1,d.c2E
http://www.academia.edu/8569799/SKRIPSI_AKUNTANSI_PERSEPSI_AKUNTAN_DAN_MAHASISWA_JURUSAN_AKUNTANSI_TERHADAP_KODE_ETIK_IKATAN_AKUNTAN_INDONESIA
http://albantantie.blogspot.com/2013/10/perilaku-etika-dalam-profesi-akuntansi.html
http://core.kmi.open.ac.uk/download/pdf/11714035.pdf
http://jurnalmasbro.wordpress.com/2013/10/19/perilaku-etika-dalam-profesi-akuntansi/
 

Ethical Governance

Nama : Septia Dwiyanti
NPM   : 26211680
Kelas : 4EB11

Tugas 3
Ethical Governance

1. Governance System
Setiap negara mempunyai sistem pemerintahan yang digunakan untuk mengatur negaranya sesuai dengan kondisi masing-masing negara dengan tujuan untuk menjaga stabilitas negaranya. Sistem pemerintahan ini, antara lain:
  • Presidensial
  • Parlementer
  • Semipresidensial
  • Komunis
  • Demokrasi generous
  • Generous
Sistem pemerintahan dalam arti luas merupakan sistem pemerintah yang bisa menjaga tingkah laku kaum minoritas maupun mayoritas, menjaga kekuatan ekonomi, politik, pertahanan, serta keamanan dimana masyarakat bisa ikut andil atau bertanggung jawab dalam pembangunan sistem pemerintahan. Sedangkan sistem pemerintahan dalam arti sempit merupakan sarana untuk menjalankan sistem pemerintahan dan mencegah adanya radikal dari rakyatnya sendiri.

2. Budaya Etika
Etika bisnis dalam perusahaan mencerminkan budaya perusahaan dan kepribadian pemimpinnya. Budaya etika merupakan suatu konsep manajemen dari nilai-nilai yang dipegang bersama untuk meningkatkan kinerja karyawan & organisasi perusahaan.
Kotler (1997) menyatakan bahwa, budaya perusahaan merupakan karakter dari suatu perusahaan yang mencakup pengalaman, cerita, kepercayaan dan norma yang berlaku di perusahaan. Hal ini bisa terlihat dari karyawan yang bekerja disana dari berbicara, berpakaian, melayani tamu, dll.

3.Mengembangkan Struktur Etika Korporasi
Secara  keseluruhan, diperlukan prinsip-prinsip moral etika pada bisnis untuk membangun entitas korporasi, menetapkan sasaran bisnis, membangun jaringan relasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan, mengembangkan potensi para pelaku bisnis, dll. Prinsip ini diharapkan untuk para pelaku bisnis tak hanya mencari keuntungan saja, tetapi juga peduli terhadap lingkungan masyarakat dan para pihak yang berkepentingan.

4. Kode Perilaku Korporasi (Corporate Code of Conduct)
Code of conduct merupakan suatu pedoman perusahaan yang terdiri dari etika bisnis, etika kerja, sistem nilai, komitmen, serta peraturan dalam menjalankan bisnis dan berinteraksi dengan para pihak yang berkepentingan.

5. Evaluasi Terhadap Kode Perilaku Korporasi
Pada tanggal 30 Mei 2005 telah diresmikan Pedoman Good Corporate disusun dengan bimbingan dari tim BPKP untuk melakukan evaluasi tahap awal dan penyusunan pedoman-pedoman. 

Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan mengenai ethical governance, dapat disimpulkan bahwa sistem pemerintahan di setiap negara berbeda-beda sesuai dengan kondisi negara itu masing-masing. Etika bisnis dalam perusahaan mencerminkan budaya perusahaan dan kepribadian pemimpinnya. Budaya etika merupakan suatu konsep manajemen dari nilai-nilai yang dipegang bersama untuk meningkatkan kinerja karyawan & organisasi perusahaan. Diperlukan prinsip moral etika pada bisnis untuk membangun entitas korporasi, menetapkan sasaran bisnis, membangun jaringan relasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan, mengembangkan potensi para pelaku bisnis, dll. Serta pedoman untuk kode perilaku korporasi untuk melakukan evaluasi.



Sumber:
http://sistempemerintahanindonesia.com/
http://www.academia.edu/5669081/ETIKA_PEMERINTAHAN_DAN_POLITIK
widyo.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/5562/Modul_ke_5_sim_ptik.doc
http://fikaamalia.wordpress.com/2012/10/11/tugas-3-ethical-governance/
renny.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/25645/SAP+Etika%26Profesi+Akts.doc


Jumat, 17 Oktober 2014

Perilaku Etika dalam Bisnis

Nama : Septia Dwiyanti
NPM : 26211680
Kelas : 4EB11

Tugas 2
Perilaku Etika dalam Bisnis

1. Lingkungan Bisnis yang Mempengaruhi Perilaku Etika
Hal yang perlu diperhatikan untuk menciptakan etika dalam bisnis yaitu :
  • kejujuran
  • pengendalian diri
  • pengembangan tanggung jawab sosial
  • mempertahankan jati diri
  • persaingan yang sehat
  • menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan, dll
Dengan adanya etika dalam bisnis, sikap yang optimistis, moral yang baik, serta kesadaran dari semua pihak dapat diharapkan masalah atau kendala pada era globalisasi ini dapat diatasi. Dengan moral yang baik pula dalam etika berbisnis diharapkan mampu menciptakan kegiatan bisnis yang selaras, serasi, dan seimbang.

2. Kesaling - tergantungan Antara Bisnis dan Masyarakat
Dalam hal antara bisnis dan masyarakat, banyak masyarakat yang menganggap bahwa bisnis itu tak perlu menggunakan etika karena etika hanya berlaku di masyarakat yang mempunyai budaya yang kuat. Namun, pada kenyataannya etika juga masih tetap berlaku di masyarakat itu sendiri.
Tanggung jawab sosial dibagi menjadi dua pandangan, yaitu:
  • pandangan klasik; dimana tanggung jawab manajemen hanya untuk memaksimalkan laba (profit).
  • pandangan sosial ekonomi; dimana tanggung jawab manajemen bukan hanya memaksimalkan laba saja, tetaoi juga meningkatkan kesejahteraan sosial.

3. Kepedulian Pelaku Bisnis Terhadap Etika
Tindakan KKN sudah semakin merajalela. Tidak hanya tingkat tinggi saja, bahkan yang berada di daerah-daerah pun melakukan tindakan tersebut. Segala daya upaya dilakukan bukan hanya sekedar memperkaya diri sendiri, tetapi juga untuk eksistensi yang berkelanjutan dalam kelompok di bidang bisnis. Untuk itu diperlukan etika dan moral pada diri sendiri yang baik. Walaupun etika dan moral pada diri seseorang sudah baik, hal yang tak terduga bisa saja terjadi seiring dengan berjalannya waktu dan perubahan zaman. Akibatnya para pebisnis menjadi kebal terhadap hukum. Etika dan moral merupakan tanggung jawab pribadi, sedangkan hukum adalah kenyataan benar atau salah yang harus dipertanggungjawabkannya di pengadilan.

4. Perkembangan dalam Etika Bisnis
Bicara soal etika tidak lepas dari bisnis. Etika dalam bisnis bisa dikatakan berkembang dan seumur dengan bisnis itu sendiri. Tindakan KKN adalah sebagai bukti nyata dari adanya etika dalam bisnis. Pada tahun 1990-an, etika bisnis menjadi fenomena global dan bersifat nasional, seperti di negara Asia, Amerika Latin, Eropa Timur, dan kawasan lainnya. Di Indonesia, telah mengajarkan etika bisnis pada program pascasarjana di beberapa perguruan tinggi.

5. Etika Bisnis dan Akuntan
Di Indonesia, seorang akuntan diatur oleh kode etik profesi dengan nama kode etik Ikatan Akuntan Indonesia untuk menjalankan profesinya. Kode etik IAI merupakan suatu prinsip moral yang digunakan sebagai pedoman seorang akuntan untuk berhubungan dengan sesama profesi, klien, dan masyarakat. Selain itu, kode etik akuntan juga digunakan sebagai penilaian kualitas kerja yang diberikannya dengan pertimbangan etika yang diatur oleh kode etik profesi. Sebagai contoh yang terjadi pada kasus enron, dll telah membuktikan bahwa etika diperlukan dalam bisnis. Jika tidak menggunakan etika, hasil yang dicapai akan merugikan bisnis tersebut.

Kesimpulan:
Dalam pembahasan perilaku etika dalam bisnis diatas dapat disimpulkan bahwa untuk menciptakan etika dalam bisnis perlu adanya kejujuran, sikap mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, dll. Antara bisnis dan masyarakat saling ketergantungan. Pandangan ini dibagi menjadi dua, yaitu pandangan klasik dan pandangan sosial ekonomi. Perkembangan etika dalam bisnis di Indonesia pun telah diajarkan pada program pascasarjana di beberapa perguruan tinggi. Dan untuk etika bisnis dan akuntan diatur oleh kode etik IAI untuk menjalankan profesinya. Apabila sebuah bisnis tidak menggunakan etika, hasil yang dicapai akan merugikan bisnis tersebut.




Sumber :
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/11/perilaku-etika-dalam-bisnis/
http://books.google.co.id/books?id=TGlFD_Huj7UC&pg=PA85&lpg=PA85&dq=perilaku+etika+dalam+bisnis&source=bl&ots=UEkMsWsjj8&sig=hVjo3eC8FTeK-C5Uik1R026b4Vk&hl=id&sa=X&ei=aDNBVKfLBOSmmAX134KgDg&redir_esc=y#v=onepage&q=perilaku%20etika%20dalam%20bisnis&f=false
http://valiani-softskill.blogspot.com/2013/10/perilaku-etika-dalam-bisnis_4.html
http://www.anadarko.com/SiteCollectionDocuments/PDF/Corp%20Gov/CodeEthics_Bahasa.pdf
http://www.jakartaconsulting.com/publications/articles/organization-development/etika-bisnis

Sabtu, 11 Oktober 2014

Pendahuluan Etika Sebagai Tinjauan

Nama : Septia Dwiyanti
NPM   : 26211680
Kelas : 4EB11

Tugas 1
Pendahuluan Etika Sebagai Tinjauan

1. Pengertian Etika
Kata Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno, yaitu Ethos yang artinya adat istiadat atau kebiasaan yang baik. Menurut K. Bertens (2000), secara etimologis etika memiliki arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1988), etika memiliki arti:
1. Ilmu tentang yang baik dan buruk dan tentang hak dan kewajiban;
2. Kumpulan asas atau nilai yang berkaitan dengan akhlak (baik dan buruk);
3. Nilai mengenai benar atau salah yang dianut oleh masyarakat.

2. Prinsip-Prinsip Etika
Prinsip-prinsip yang ada dalam etika ada enam, antara lain:
  1. Prinsip keindahan; yaitu prinsip yang mendasar untuk menikmati rasa senang terhadap keindahan.
  2. Prinsip persamaan; yaitu manusia yang pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama (antara pria dan wanita) sehingga prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskriminasi.
  3. Prinsip kebaikan; yaitu prinsip yang mendasar untuk setiap manusia berupaya untuk berbuat kebaikan yang sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan.
  4. Prinsip keadilan; yaitu prinsip yang mendasari sesorang untuk bersikap adil dalam memberikan sesuatu kepada setiap orang yang yang seharusnya mereka dapatka.
  5. Prinsip kebebasan; yaitu keleluasaan setiap individu untuk melakukan ada yang mereka inginkanselama keinginan tersebut tidak merugikan orang lain.
  6. Prinsip kebenaran; yaitu prinsip yang digunakan dalam pemikiran untuk mendapatkan hasil yang benar/logis yang dapat dibuktikan kepada setiap orang.

3. Basis Teori Etika
Basis teori etika dibagi menjadi 4 macam, yaitu:
Etika Teleologi
Kata teleologi berasal dari bahasa Yunani, telos yang memiliki arti tujuan, yang mana mengandung arti dalam hal mengukur baik atau buruknya suatu tujuan yang hendak dicapai atau akibat yang ditimbulkan dari suatu tindakan. Ada dua aliran dalam teori teleologi, yaitu:
  1. Egoisme etis; yaitu tindakan yang pada dasarnya dilakukan setiap orang untuk kepentingannya sendiri.
  2. Utilitarianisme; yaitu tindakan yang baik jika membawa manfaat bagi banyak orang.

Deontologi
Kata deonlotologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu deon yang artinya kewajiban. Teori deontologi merupakan salah satu etika yang penting.

Teori Hak
Merupakan teori yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baikatau buruknya suatu tindakan. Teori hak  termasuk dalam teori deontologi karena berkaitan dengan kewajiban. Oleh karena itu, hak dinilai sangat cocok untuk pemikiran demokratis karena didasari oleh martabat manusia antara martabat manusia lainnya adalah sama.

Teori Keutamaan
Merupakan teori yang didasari dengan memandang sikap seseorang yang memungkinkan seseorang tersebut secara moral berbuat baik.

4. Egoisme
Berasal dari bahasa Yunani, yaitu ego yang berarti diri atau saya. Egoisme adalah cara untuk mempertahankan apa yang menjadi miliknya sendiri tanpa memperdulikan orang lain dan hanya memikirkan dirinya sendiri.
Teori egoisme memiliki prinsip bahwa setiap orang harus bersikap keakuan, yaitu tindakan yang memberikan manfaat bagi diri sendiri dan tidak merugikan orang lain.

Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa dalam pendahuluan etika sebagai tinjauan perlu adanya prinsip-prinsip etika, basis teori etika, dan egoism. Kata etika sendiri  berasal dari bahasa Yunani Kuno, yaitu Ethos yang artinya adat istiadat atau kebiasaan yang baik. Selain itu, prinsip-prinsip yang terdapat dalam etika, antara lain prinsip keindahan, prinsip persamaan, prinsip kebaikan, prinsip keadilan, prinsip kebebasan, dan prinsip kebenaran. Sedangkan untuk basis teori etika yang dianut, antara lain etika teologi yang dibagi lagi menjadi dua bagian (egoisme etis dan utilitarianisme), deontologi, teori hak, dan teori keutamaan. Untuk egoisme sendiri merupakan prinsip bahwa setiap orang harus bersikap keakuan, yaitu tindakan yang memberikan manfaat bagi diri sendiri dan tidak merugikan orang lain.



Sumber:
http://www.ut.ac.id/html/suplemen/ipem4430/etika21.htm
http://www.academia.edu/7563207/Pengertian_Etika
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/11/prinsip-prinsip-etika-2/ 
http://lirin021206.wordpress.com/2012/10/06/etika-sebagai-tinjauan/
http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=50878